Mega Nyisik

Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Rabu, 19 Maret 2014

Asal Usul Desa Bunder Jimpret

Foto Anak-Anak Bunder Jimpret di Depan Bali Desa Bunder :

Cerita tentang asal-usul Desa Bunder - Jimpret ini kami dapatkan dari berbagai sumber baik kakek-kakek, nenek-nenek, orang tua dll yang sudah hidup selama berpuluh-puluh tahun.
Menurut Ceritanya yaitu sebagai berikut:

Dahulu kala sebelum bernama Desa Bunder - Jimpret, desa ini merupakan padukuhan/
cantilan kecil yang bernama Bunder Girang.
Konon Nama Bunder Sendiri di ambil dari nama Kedokan Bunder.
Posisinya Kedokan Bunder sendiri tepatnya di Bunder Kolot atau di RT. 12 (tidak jauh dari rumahnya bapak Samin).
Persisnya di pertigaan arah gang Bunder yang menghubungkan Desa Ujung Aris, di sebelah barat pertigaan/gang itu.
Sebelum tahun 1911 Balai Desa Bunder Girang sendiri dahulunya di samping jalan Kereta Api sebleah selatan/kidul dari rel Kereta Api (Saya sendiri tidak tahu persis posisi/bekas Balai Desa Bunder Girang).
Foto Proyek Pembangunan Masjid Baitul Ma'mur Desa Bunder Jimpret :
Pada tahun 1909 pembangunan jalan Kerata Api mulai dilaksanakan pada jaman Penjajahan Belanda tersebut. 
Lantas tahun 1911 pembangunan jalan kereta api resmi selesai dan mulai di gunakan.
Balai desa Bunder Girang sendiri posisinya berdekatan dengan rel kereta api.
Karena Balai Desa Bunder Girang di samping rel kereta api dan bila ada kereta api lewat, konon Belanda menembaki dari atas kereta api.
Sehingga masyarakat Bunder Girang pun merasa tidak nyaman/ketakutan karena ulah Belanda tersebut.
Lantas, kuwu Urip/Sarum dan para toko masyarakat, merencanakan perpindahan Desa dan Balai Desa ke Jimpret.
Foto Bambu/Pring Ori (Jimpret):
 

  YoTube Bambu/Pring Ori (Jimpret)

Pada tahun 1912 Desa/Balai Desa Bunder Girang mulai bebenah pindah ke Jimpret.
Persisnya Balai Desa baru Posisinya di sebelah utara/lor tower Indosat.
Pada tahun 1916 Balai Desa Bunder Girangpun pindah lagi di Balai Desa yang hingga sampai saat ini masih di pergunakan.
Pada saat perpindahan ke Jimpret, dahulunya masih hutan belantara, di sekitar Jimpret masih di tumbuhi Barongan Pring/Bambu Ori.
Nama Jimpret pun tak lain dan tak bukan di ambil dari Barongan Pring/Bambu Ori tersebut (Baru tau kalau nama Jimpret itu nama lain dari BARONGAN PRING).
Asal Usul Desa Bunder Jimpret (Oleh bapak Mastani) :
Pembukaan Jimpret sendiri bukan hanya dari masyarakat Bunder Girang, melainkan dari berbagai desa lain pun ikut andil membuka lahan baru dan membababat Barongan Pring.
Di antaranya orang-orang yang membedah Jimpret yaitu dari Desa, Junti, Segeran, Cibereng, Pengauban, Waru, Bulak, Gintung dll.
Sehingga Desa Bunder yang semula kecil menjadi semakin meluas dan banyak dihuni oleh penduduk.
Nama Bunder Girang pun perlahan-lahan tergantikan dengan sebutan Bunder Jimpret.
Bahkan nama Bunder sendiri tidak begitu di kenal khususnya di Kabupaten Indramayu.

Bahkan di Majalengkapun nama Desa Bunder tidak ada yang tau.
Justru lebih kesohor/terkenalnya dengan sebutan Jimpret. 
Asal Usul Desa Bunder Jimpret (Oleh bapak Carmadi) :
Desa Bunder lama kelamaan menjadi Desa yang ramai dihuni oleh penduduk yang hidup rukun saling bekerjasama gotong royong membangun Desa.
Di blok Bunder Kolot pun yang di katakan tua dari blok Jimpret, kalah pesat dalam segi perkembagan penduduk, pembangunan dll dengan blok Jimpret.

Adapun Susunan Kuwu yang menjabat di Desa Bunder yaitu :
1891-1916 Kuwu Urip/Sarum (25 tahun)
1917-1934 Kuwu Cari (17 tahun)
1935-1944 Kuwu Wancar/Mengod (9 tahun)
1945-1947 Kuwu Warnitem {Diculik belanda/Jepang] (3 tahun)
1947-1947 Kuwu Arya (-+ 1 tahun)
1947-1948 Kuwu Warnitem (PJS/Kuwu sementara)
1949-1954 Kuwu Wasja/Sutinah (5 tahun)
1950-1955 ada Kuwu karena ketakutan dengan DI
1955-1959 Kuwu Masta/Munil (5 tahun)
1959-1959 Tidak ada kuwu karena ketakutan dengan DI
1959-1963 Kuwu Ahmad [Satu-satunya Kuwu Bunder yang mengundurkan diri] (3 tahun)
1963-1968 Kuwu Supandi (6 tahun)
1968-1978) Kuwu Abdurokhim ( 10 tahun)
1978-1988 Kuwu H. Margana (10 Tahun)
1988-1997 Kuwu H. Tarmidi (10 tahun)
1997-2008 Kuwu H. Darun (10 tahun)
2008-2014 Kuwu H. Waryi (6 tahun)
2014-sekarang Suwendi, PJS sejak 5 Maret 2014
YouTube Susunan Kuwu Desa Bunder Jimpret :
Itulah sekelumit sejarah atau asal muasal Desa Bunder Jimpret.
Semoga yang sedikit ini dapat mengurangi rasa haus pembaca dalam mencari literature sejarah khususnya sejarah Desa Bunder Jimpret dan umumnya sejarah kabupaten Indramayu.

Mohon koreksi bila ada kesalahan, karena penulis hanya menginginkan kesempurnaan demi Asal Muasal Desa Bunder Jimpret kita tercinta.
Karena demi pengetahuan Anak Cucu Bunder Jimpret di masa yang akan datang.

Dikupas oleh bapak Mastani (72 tahun)

Desa Bunder - Jimpret Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu


Desa Bunder terletak dibagian barat kecamatan Widasari Kab. Indramayu  dari jalur pantura Widasari sekitar 3 KM, Desa Bunder memiliki dua bagian di batasi dengan jembatan, yang biasa disebut dengan sasak telu (jembatan tiga). Maksudnya ada tiga cabang jalan arah ke Wanasari arah ke Jimpret dan arah ke Bunder. Desa Bunder sendiri ada dua yang disebut dengan Bunder dan Jimpret, masing-masing dibedakan dengan jalan yang cabang.
Masyarakat desa Bunder masih percaya dengan ritual-ritual, seperti Sedekah Bumi. Di desa Bunder ada tempat yang dinamakan kedokan kartem yang terletak di tengah-tengah persawahan. Yang biasa pada hari tertentu masyarat pada membikin tumpeng untuk acara tahunan Sedekah Bumi dan diserahkan ke tempat keramat tersebut. Banyak masyarakat yang percaya dengan hal yang mitos tersebut.
Desa Bunder memiliki masjid yang lumayan besar, yaitu masjid Jami Baitul Ma’mur yang terletek  sejajar dengan kantor Balai Desa Bunder.
Masyarakat Desa Bunder pekerjaannya yang bervareasi seperti Petani, Pedagang, Wiraswasta, Guru, dll. Masyarakat desa Bunder mayoritasnay adalah pentani karena sawah di desa Bunder sangat luas sekali. Perekonomian yang meningkat sangat derastis di desa Bunder apabilpanen tiba . Dan banyak juga masyarakat yang kerja di luar daerah maaupun luar Negeri.

Deskripsi Kondisi Geografis dan Sosiokultural Desa Bunder
Desa Bunder adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, dengan koordinat 6o27’50 LS dan 108o15’57 BT serta memiliki luas wilayah 216,98 Ha. Sedangkan untuk populasi Desa Bunder, berjumlah 4.687 jiwa. Desa ini berbatasan dengan:
a.       Sebelah Utara   : Desa Tamansari (Tegal Bedug) dan Ujung Aris.
b.      Sebelah Timur   : Desa Widasari dan Kongsi Jaya.
c.       Sebelah Selatan : Desa Kalensari.
d.      Sebelah Barat    : Desa Telagasari dan Nunuk
Kondisi ketinggian tanah dari permukaan air laut adalah 0,5 m dengan suhu rata-rata 31o C. Jarak dari pusat pemerintahan Kecamatan 3 KM. Penduduk Desa Bunder pada umumnya menggunakan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air untuk sehari-hari, tetapi berhubung airnya asin sehingga air ini tidak dipakai untuk minum.
Penduduk Desa Bunder mayoritas beragam Islam. Daerahnya terdiri dari 4 Rukun Warga (RW) dan 12 Rukun Tetangga (RT) serta mempunyai 3 Masjid Jami’ dan 17 Mushola. Adapun kegiatan keagamaan yang sudah berjalan yaitu jamiah qulhu dan jamiah ibu-ibu yang rutin dilaksanakan seminggu sekali di setiap mushola.
Bidang Pendidikan
Pendidikan formal di Desa Bunder hanya terdapat 3 Sekolah Dasar (SD), yaitu SDN I Bunder, SDN II Bunder, dan SDN III Bunder. Sedangkan pendidikan non formal terdiri dari 1 Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), 2 TK/TPA yang lokasinya di samping DTA dan di Balai Desa.
-          Bidang Ekonomi
Desa Bunder termasuk daerah pertanian yang hasil utamanya adalah padi dan sebagian merupakan tanaman palawija seperti kacang panjang, bawang merah, dan ketimun. 
Perekonomian Desa Bunder mayoritas berasal dari pertanian ini, setiap orang hampir semua warga mempunyai sawah masing-masing sedangkan sisanya menjadi buruh tani. Berdasarkan data yang ada, jumlah kepala keluarga yang bekerja 998 jiwa dan yang tidak bekerja mencapai 494 jiwa.
-          Bidang Kesehatan dan Lingkungan
Fasilitas kesehatan di Desa Bunder sangat kurang, hanya terdapat satu unit puskesmas desa yang ditangani oleh seorang bidan desa serta perlatan dan obat-obatan yang tidak memadai. Sedangkan keadaan lingkungan di Desa Bunder kurang begitu bersih dan setiap kali musim hujan terendam banjir, hal ini dikarenakan drainase (saluran air) yang tidak ditata dengan baik karena kesadaran masyarakat yang kurang.
Bidang Sosial dan Organisasi Pemerintahan Rasa kebersamaan atau gotong royong di masyarakat Desa Bunder hampir punah dikarenakan situasi politik yang tidak bersih, contohnya pemilihan kepala desa dengan money politic sehingga sebagian besar masyarakat kecewa dan susah untuk bekerja sama. pemerintah Desa Bunder dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dibantu oleh perangkat desa yang membawahi 4 RW dan 12 RT. Pemerintahan Desa Bunder didukung oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), MUI, LPM, Karang Taruna, PIK-KRR dll.