Musik Rock VS Musik ALay: Rock Never Dies: ROCK NEVER DIES VS MUSIK ALAY (kacangan)... Munculnya band-band baru semudah memasak mie instan dan ‘kacangan’ berdampak munculnya ge...
Foto Anak-Anak Bunder Jimpret di Depan Bali Desa Bunder :
Cerita tentang asal-usul Desa
Bunder - Jimpret ini kami dapatkan dari berbagai sumber baik
kakek-kakek, nenek-nenek, orang tua dll yang sudah hidup selama berpuluh-puluh
tahun.
Menurut Ceritanya yaitu sebagai berikut:
Dahulu kala sebelum bernama Desa Bunder - Jimpret, desa ini merupakan padukuhan/
cantilan kecil yang bernama Bunder Girang.
Konon Nama Bunder Sendiri di ambil dari nama Kedokan Bunder.
Posisinya Kedokan Bunder sendiri tepatnya di Bunder Kolot atau di RT. 12 (tidak jauh dari rumahnya bapak Samin).
Persisnya di pertigaan arah gang Bunder yang menghubungkan Desa Ujung Aris, di sebelah barat pertigaan/gang itu.
Sebelum tahun 1911 Balai Desa Bunder Girang sendiri dahulunya di
samping jalan Kereta Api sebleah selatan/kidul dari rel Kereta Api (Saya
sendiri tidak tahu persis posisi/bekas Balai Desa Bunder Girang).
Foto Proyek Pembangunan Masjid Baitul Ma'mur Desa Bunder Jimpret :
Pada tahun 1909 pembangunan jalan Kerata Api mulai dilaksanakan pada jaman Penjajahan Belanda tersebut.
Lantas tahun 1911 pembangunan jalan kereta api resmi selesai dan mulai di gunakan.
Balai desa Bunder Girang sendiri posisinya berdekatan dengan rel kereta api.
Karena Balai Desa Bunder Girang di samping rel kereta api dan bila ada
kereta api lewat, konon Belanda menembaki dari atas kereta api.
Sehingga masyarakat Bunder Girang pun merasa tidak nyaman/ketakutan karena ulah Belanda tersebut.
Lantas, kuwu Urip/Sarum dan para toko masyarakat, merencanakan perpindahan Desa dan Balai Desa ke Jimpret.
Foto Bambu/Pring Ori (Jimpret):
YoTube Bambu/Pring Ori (Jimpret)
Pada tahun 1912 Desa/Balai Desa Bunder Girang mulai bebenah pindah ke Jimpret.
Persisnya Balai Desa baru Posisinya di sebelah utara/lor tower Indosat.
Pada tahun 1916 Balai Desa Bunder Girangpun pindah lagi di Balai Desa yang hingga sampai saat ini masih di pergunakan.
Pada saat perpindahan ke Jimpret, dahulunya masih hutan belantara, di
sekitar Jimpret masih di tumbuhi Barongan Pring/Bambu Ori.
Nama Jimpret pun tak lain dan tak bukan di ambil dari Barongan Pring/Bambu Ori tersebut (Baru tau kalau nama Jimpret itu nama lain dari BARONGAN PRING).
Asal Usul Desa Bunder Jimpret (Oleh bapak Mastani) :
Pembukaan Jimpret sendiri bukan hanya dari masyarakat Bunder Girang,
melainkan dari berbagai desa lain pun ikut andil membuka lahan baru dan
membababat Barongan Pring.
Di antaranya orang-orang yang membedah
Jimpret yaitu dari Desa, Junti, Segeran, Cibereng, Pengauban,
Waru, Bulak, Gintung dll.
Sehingga Desa Bunder yang semula kecil menjadi semakin meluas dan banyak dihuni oleh penduduk.
Nama Bunder Girang pun perlahan-lahan tergantikan dengan sebutan Bunder Jimpret.
Bahkan nama Bunder sendiri tidak begitu di kenal khususnya di Kabupaten Indramayu.
Bahkan di Majalengkapun nama Desa Bunder tidak ada yang tau.
Justru lebih kesohor/terkenalnya dengan sebutan Jimpret.
Asal Usul Desa Bunder Jimpret (Oleh bapak Carmadi) :
Desa Bunder lama kelamaan menjadi Desa yang ramai dihuni oleh
penduduk yang hidup rukun saling bekerjasama gotong royong membangun
Desa.
Di blok Bunder Kolot pun yang di katakan tua dari blok Jimpret, kalah pesat dalam segi perkembagan penduduk, pembangunan dll dengan blok Jimpret.
Adapun Susunan Kuwu yang menjabat di Desa Bunder yaitu :
1959-1959 Tidak ada kuwu karena ketakutan dengan DI
1959-1963 Kuwu Ahmad [Satu-satunya Kuwu Bunder yang mengundurkan diri] (3 tahun)
1963-1968 Kuwu Supandi (6 tahun)
1968-1978) Kuwu Abdurokhim ( 10 tahun)
1978-1988 Kuwu H. Margana (10 Tahun)
1988-1997 Kuwu H. Tarmidi (10 tahun)
1997-2008 Kuwu H. Darun (10 tahun)
2008-2014 Kuwu H. Waryi (6 tahun)
2014-sekarang Suwendi, PJS sejak 5 Maret 2014
YouTube Susunan Kuwu Desa Bunder Jimpret :
Itulah sekelumit sejarah atau asal muasal Desa Bunder Jimpret.
Semoga yang sedikit ini dapat mengurangi rasa haus pembaca dalam
mencari literature sejarah khususnya sejarah Desa Bunder Jimpret dan
umumnya sejarah kabupaten Indramayu.
Mohon koreksi bila ada kesalahan, karena penulis hanya menginginkan kesempurnaan demi Asal Muasal Desa Bunder Jimpret kita tercinta.
Karena demi pengetahuan Anak Cucu Bunder Jimpret di masa yang akan datang.
Desa Bunder terletak dibagian barat kecamatan Widasari Kab. Indramayu dari
jalur panturaWidasari sekitar 3 KM, Desa Bunder
memiliki dua bagian di batasi dengan jembatan, yang biasa disebut
dengan
sasak telu (jembatan tiga). Maksudnya ada tiga cabang jalan arah ke
Wanasari arah ke Jimpret dan arah ke Bunder. Desa Bunder sendiri ada dua
yang disebut dengan Bunder dan Jimpret, masing-masing dibedakan dengan
jalan yang cabang.
Masyarakat
desa Bunder masih percaya dengan ritual-ritual, seperti Sedekah Bumi. Di desa Bunder ada tempat yang dinamakan kedokan
kartem yang terletak di tengah-tengah persawahan. Yang biasa pada hari
tertentu masyarat pada membikin tumpeng untuk acara tahunan Sedekah Bumi dan diserahkan ke tempat keramat
tersebut. Banyak masyarakat yang percaya dengan hal yang mitos
tersebut.
Desa
Bunder memiliki masjid yang lumayan besar, yaitu masjid Jami Baitul
Ma’mur yang terletek sejajar dengan kantor Balai Desa Bunder.
Masyarakat
Desa Bunder pekerjaannya yang bervareasi seperti Petani, Pedagang,
Wiraswasta, Guru, dll. Masyarakat desa Bunder mayoritasnay adalah
pentani karena sawah di desa Bunder sangat luas sekali. Perekonomian yang
meningkat sangat derastis di desa Bunder apabila panen tiba . Dan banyak juga masyarakat
yang kerja di luar daerah maaupun luar Negeri.
Deskripsi Kondisi Geografis dan Sosiokultural Desa Bunder
Desa Bunder adalah salah satu desa yang terletak di
Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, dengan koordinat 6o27’50 LS
dan 108o15’57 BT serta memiliki luas wilayah 216,98 Ha. Sedangkan
untuk populasi Desa Bunder, berjumlah 4.687 jiwa. Desa ini berbatasan dengan:
a.Sebelah Utara : Desa Tamansari (Tegal Bedug) dan Ujung Aris.
b.Sebelah Timur:
Desa Widasari dan Kongsi Jaya.
c.Sebelah Selatan: Desa Kalensari.
d.Sebelah Barat:
Desa Telagasari dan Nunuk
Kondisi ketinggian tanah dari permukaan air laut adalah
0,5 m dengan suhu rata-rata 31o C. Jarak dari pusat pemerintahan
Kecamatan 3 KM. Penduduk Desa Bunder pada umumnya menggunakan sumur bor untuk
memenuhi kebutuhan air untuk sehari-hari, tetapi berhubung airnya asin sehingga
air ini tidak dipakai untuk minum. Penduduk Desa Bunder mayoritas beragam Islam. Daerahnya
terdiri dari 4 Rukun Warga (RW) dan 12 Rukun Tetangga (RT) serta mempunyai 3
Masjid Jami’ dan 17 Mushola. Adapun kegiatan keagamaan yang sudah berjalan
yaitu jamiah qulhu dan jamiah ibu-ibu yang rutin dilaksanakan seminggu sekali
di setiap mushola.
Bidang Pendidikan
Pendidikan formal di Desa Bunder hanya terdapat 3 Sekolah
Dasar (SD), yaitu SDN I Bunder, SDN II Bunder, dan SDN III Bunder. Sedangkan
pendidikan non formal terdiri dari 1 Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), 2
TK/TPA yang lokasinya di samping DTA dan di Balai Desa.
-Bidang Ekonomi
Desa Bunder termasuk daerah pertanian yang hasil
utamanya adalah padi dan sebagian merupakan tanaman palawija seperti kacang
panjang, bawang merah, dan ketimun. Perekonomian Desa Bunder mayoritas berasal
dari pertanian ini, setiap orang hampir semua warga mempunyai sawah
masing-masing sedangkan sisanya menjadi buruh tani. Berdasarkan data yang ada,
jumlah kepala keluarga yang bekerja 998 jiwa dan yang tidak bekerja mencapai
494 jiwa.
-Bidang Kesehatan dan Lingkungan
Fasilitas kesehatan di Desa Bunder sangat kurang, hanya
terdapat satu unit puskesmas desa yang ditangani oleh seorang bidan desa serta
perlatan dan obat-obatan yang tidak memadai. Sedangkan keadaan lingkungan di
Desa Bunder kurang begitu bersih dan setiap kali musim hujan terendam banjir, hal
ini dikarenakan drainase (saluran air) yang tidak ditata dengan baik karena
kesadaran masyarakat yang kurang.
Bidang Sosial dan Organisasi Pemerintahan Rasa
kebersamaan atau gotong royong di masyarakat Desa Bunder hampir punah
dikarenakan situasi politik yang tidak bersih, contohnya pemilihan kepala desa
dengan money politic sehingga sebagian besar masyarakat kecewa dan susah untuk
bekerja sama. pemerintah Desa Bunder dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang
dibantu oleh perangkat desa yang membawahi 4 RW dan 12 RT. Pemerintahan Desa
Bunder didukung oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), MUI, LPM, Karang Taruna, PIK-KRR dll.
Sudah lama aku pengen banget nulis tentang profil dari tanah kelahiranku yaitu desa Bunder. Desa Bunder.
Adalah sebuah desa di Kecamatan Widasari KabupatenIndramayu, Provinsi Jawa Barat,
Indonesia.
Desaku ini letaknya 3 KM dari Kecamatan Widasari atau persisnya dari Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat.
Entah kenapa nama desaku (Bunder) di masyarakat di sekitar Kabupaten Indramayu tidak begitu di kenal...???
Justru nama panggilanJimpret lah nama desaku lebih kesohornya.
Aku sendiri tak tau, kenapa bisa begitu..??
Walau apapun namanya tetap aku cinta.
Kita lupakan tentang nama desaku...
Aku seringkali berpikir ketika melihat
di sekeliling desaku, apabila aku mengamati sungguh perkembangan yang ada
begitu lambatnya.
Infrastruktur Jalan yang tak kunjung membaik konon
penyebabnya struktur tanah yang labil dan tingkat ekonomi masyarakatnya
yang nyaris sama dari tahun ke tahun.
Alhamdulillah semenjak tahun 2008 Insfrastruktur menuju Kecamatan sudah mulai di beton.
Aku sempat berandai-andai kalau
saja uang yang dicuri oleh pencuri berdasi seperti kasus Gayus itu
digunakan untuk membangun perekonomian di desa-desa pastilah lain
ceritanya.
Masyarakat yang menyandarkan hidupnya di
kampung sangat jelas terlihat stagnan dari segi ekonominya.
Tapi bagi
sebagian yang mencoba peruntungannya di luar kampung halaman terlihat
sedikit lebih mapan.
Biasanya yang mencoba mengais rejeki di luar
seperti menjadi TKI, merantau di kota-kota besar
seperti Jakarta, Bandung dan lainnya, terlihat kehidupannya jauh lebih baik.
Tapi hanya
orang-orang tertentu saja yang berani berhijrah ke luar tanah kelahiran
dan itu tidak lebih dari 15% nya.
Kondisi masyarakat yang agraris memang
sangat tidak menguntungkan saat ini.
Karena disaat biaya bercocok tanam
hampir impas dengan hasilnya, menjadikan masyarakat di Desaku persis
seperti yang di katakan Bang Haji Rhoma Irama dalam salah satu bait
syair lagunya yaitu “ Gali Lobang Tutup Lobang”.
Kalau ini terus-menerus
terjadi maka yang namanya hidup sejahtera tetap hanya menjadi sebuah
angan-angan dan impian.
Apa yang terjadi di daerah tempat aku
rasanya cukup mewakili desa-desa di negeri ini.
Kami berharap pihak
Penmerintah segera kembali berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan
rakyatnya.
Mereka miskin bukan karena malas...!!!
Tapi disebabkan tidak
adanya peluang dan kesempatan yang memadai untuk mensejahterakan
dirinya.
Bagaimana yang terjadi di tanah kelahiran anda tidak jauhkah
perbedaannya..???.
Bunder JimpretTanah kelahiran yang selalu membawa kenangan dimanapun aku berada...
Tanah kelahiran yang selalu memberi aku inspirasi dan motivasi untuk
terus bertahan menjalani hidup ini.
Yang dulu sewaktu kecil memberi
pelajaran berharga tentang agama dan bacaan Al-Qur'an. Itulah sekilas tanah kelahiranku yang selalu membawa kesejukan.